Tidak ada gambar sampul
Studi mandiri ini dibuat sebagai pembelajaran studi kasus pengendalian internal yang ada pada masa Khalifah Harun ArRasyid. Pada masanya Dinasti Abbasiyah mencapai puncak keemasan peradaban. Pengelolaan fiskal saat ini belum sesuai proporsinya. Pendapatan utama saat ini berasal dari pajak yang dipungut dari rakyat namun, pembelanjaannyarndalam pembangunan untuk rakyat belum maksimal. Khalifah Harun ArRasyid dalam memajukan pemerintahannya membuat berbagai elemen pengendalian internal yang digunakan untuk mengawasi jalannya pemerintahan dalam aturanaturan yang telah ditetapkan di bidang ekonomi dan bidang lainnya. Dengan melaksanakan pengawasan dan pengontrolan yang tepat, pengelolaan fiskal dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Elemen pengendalian Harun ArRasyid terdiri dari pemisahan fungsi pada Baitul Maal, pengangkatan aparatur pemerintah yang kompeten, membuat berbagai institusi peradilan, adanya musyawarah dalam majlis yang berada di Istana Harun ArRasyid, serta pengawasan dengan meneruskan lembaga Hisbah yang dulu didirikan oleh KhalifahrnUmar bin Khattab. Dengan ini, diharapkan walaupun Indonesia tidak menganut sistem kekhalifahan tapi dapat mengimplementasikannya pada saat ini.