Tidak ada gambar sampul
Kemiskinan menjadi masalah yang masih belum bisa diatasi secara maksimal oleh bangsa Indonesia. Sampai September 2014 tercatat jumlah penduduk miskin di Indonesia Sebanyak 27.728.000 jiwa. Jumlah tersebut masih sangat besar, sekitar 10,96% dari total seluruh penduduk Indonesia. Pemerintah telah berupaya untuk mencari solusi dengan didirikanya Lembaga Pengembangan Dana Bergulir atau disingkat LPDB. Mayoritas pelakunya adalah masyarakat kecil dan miskin. Tetapi sangat disayangkan, pembiayaan dana bergulir tersebut masih menmberlakukan sistem bungarnyang memberatkan para pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta BMT dalam menangani masyarakat miskin. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis data sekunder, dan menggunakan analisis studi pustaka. Penelitian ini membahas kedua peran yang dimiliki BMT. Yang pertama, peran baitul mal sebagai lembaga sosial yang menghimpun dana Zakat, Infaq, Sodaqoh dan Wakaf. Dimana dari dana tersebut dapat disalurkan dalam bentuk sebuah program seperti, santunan bagi keluarga miskin dan juga pembiayaan dengan skema Qardhul Hasan. Kedua peran Baitul Tamwil sebagai lembaga bisnis yang menghimpun dana dari para anggota yang nantinya disalurkan dalam sebuah program seperti, pembiayaan pedagang mikro dan program pembiayaan cepat.