Tidak ada gambar sampul
Keberadaan masyarakat merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan oleh perbankan, oleh karena itu jumlah kantor bank di suatu wilayah harus memperhatikan tingkat populasi dan kepadatan penduduk. Semakin banyak jumlah penduduk di suatu wilayah, maka semakin tinggi kebutuhan mereka terhadap jasa perbankan. Masyarakat yang belum tersentuh layanan jasa keuangan di Indonesia sebagian besar adalah bermukim di pedesaan dengan beragam profesirnseperti petani, buruh tani, atau para pengrajin rumahan yang umumnya sebagai pelaku usaha mikro di sektor informal. Penelitian dilakukan untuk meneliti potensi dan peluang inklusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh kecamatan Rajadesa dalam menerapkan ekonomi Islam secara keseluruhan. Penelitian juga diarahkan pada perumusan perencanaan stategis yang menjadi langkah awal dalam penerapan inklusi keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan SWOT sebagai alat analisis. Berbagai potensi yang dimiliki oleh kecamatan Rajadesa untuk menerapkan inklusi keuangan diharapkan mampu memaksimalkan peluangpeluang yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan Rajadesa harus berada pada kuadran I atau mendukung strategi SO yang berarti harus menerapkan strategi agresif inklusi keuangan dengan alternatif strategi prioritas adalah ekspansi wilayah BMT yang lebih luas dengan membangun kantor cabang di setiap desa dapat mendukung program inklusi keuangan.