Tidak ada gambar sampul
Telah terdapat banyak cara untuk merealisasikan pemberdayaan asset pada era modern, salah satunya dengan pemberdayaan wakaf asset dalam bentuk sosialbagi masyarakat. Lain halnya dengan wakaf produktif, wakaf produktif merupakan cara baru untuk menjadikan asset wakaf itu menghasilkan surplus, akan tetapi masyarakat baru sedikit yang tahu oleh karena itu peneliti tentang bagaimana perbandingan antara wakaf sosial dengan wakaf produktif. Tujuannya adalah agar masyarakat tahu dan tertarik untuk berwakaf tidak hanya dipakai untuk wakaf sosial, akan tetapi bisa digunakan untuk wakaf yang berpenghasilan dan surplusnya untuk dikembalikan kepada masyarakat itu sendiri. Metode yang penulis gunakan dalam penulisan ini adalah analisis kualitatif dan interpretasi data secararndeskriptif.Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui gambaran tentang perbandingan wakaf sosial denganwakaf produktif yang ada di Tabung Wakaf Indonesia Dompet Dhuafa dengan menggunakan data primer atau wawancara langsung. Dana yang diserahkan kepada naziritu bisa untuk wakaf sosial, wakaf sosial pada Tabung Wakaf Indonesia adalah wakaf berupa dana atau asset yang digunakan untuk membangun Masjid, Layanan Kesehatan CumaCuma, Wisma Muallaf yang dananya tidak dijalankan untuk dikomersilkan kembali. Sedangkan dana wakaf produktif itu dipakai terlebih dahulu untuk dikelola dan diproduktifkan kembali sehingga mendapatkan surplus, dan surplusnya disalurkan untuk maukuf ‘alaih, reinvestasi, operasional dan nazir dengan bagianbagian tertentu.