← Kembali ke katalog
đź“–

Tidak ada gambar sampul

Studi Mandiri

Analisis Tingkat Kesesuaian Penyajian Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance Pada Bank Umum Syariah

oleh Novi Zulfiyanti

Jenjang Pendidikan S1
Program Studi Akuntansi Syariah
Jenis Koleksi Studi Mandiri
Tahun Terbit 2015
Bahasa Indonesia
Kode Klasifikasi SM 0312/15
Ditambahkan 21 May 2026
đź”— Buka Dokumen / File

📝 Deskripsi / Abstrak

Selama lima tahun terakhir pertumbuhan aset perbankan syariah terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 0,08% 0,49% pertahunnya. Tentunya dengan peningkatan aset tersebut perbankan syariah juga dituntut dalam menyediakan informasi yang relevan kepada masyarakat baik informasi yang bersifat kuantitatif ataupun yang bersifatrnkualitatif. Peningkatan infomasi secara kualitatif atau aspek non keuangan salah satunya dapat dilihat dalam penyajian laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang dibuat oleh masingmasing Bank Umum Syariah (BUS). Tentu saja penyajian laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan (GCG) yang dibuat harus sesuai dengan regulasi yang ada yaitu PBI No.11/33/2009. Dalam hal ini halhal yang harus diungkapkan dalam laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan harus sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dalam PBI No.11/33/2009. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian penyajian laporan pelaksanaan GCG pada BUS dengan PBI No.11/33/2009. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang diterbitkan oleh BUS periode 20132014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yang memberikan gambaran mengenai kesesuaian penyajian laporan pelaksanaan GCG. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penyajian laporan pelaksanaan GCG pada BUS ratarata sudah “sesuai” dengan PBI No.11/33/2009 dan terdapat satu Bank Umum Syariah yang memperoleh tingkat kesesuaian dengan predikat “sangat sesuai” terhadap PBI No.11/33/2009. Selain itu juga diperoleh hasil dari sebelas variabel yang diuji pada delapan BUS bahwa variabel yang memiliki tingkat kesesuaianrntertinggi dengan rentang kesesuaian 100% ratarata diperoleh oleh BUS yang pendiriannya terbilang baru dan secara keseluruhan penyajian laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang telah dibuat oleh delapan BUS tersebut belum melakukan perbaikan yang maksimal dan konsisten terhadap laporan pelaksanaan tata kelola perusahaannya.