Tidak ada gambar sampul
Kajian dan penelitian mengenai Akuntansi Islam tidak hanya membahas mengenai kehutuhan akuntansi Islam pada saat ini maupun mendatang baik dalam tataran teoris maupun praktis namun juga mengenai sejarah akuntansi itu sendiri. Sejarawan akuntansi Muslim berkebangsaan Turki telah meneliti bahwa pada kerajaan Islam di Timur Tengah dahulu sudah ada pencatatan akuntansi yang dinamakan dengan metode Merdiban (Merdiven atau Stairs). Pembahasan mengenai Akuntansi Merdiban yang ada pada zaman kerajaan Islam dahulu, hingga kini masih kurang familiar di Indonesia.rnKarya ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan contoh pencatatan Akuntansi Merdiban yang berkembang sekitar 1100 tahun pada masa Abbasiyah, Illchaniyah dan Turki Usmani. Karya ilmiah ini menggunakan pendekatan deskriptif dan didasarkan pada data sekunder berupa jurnaljurnal hasil penelitian sejarawan akuntansi berkebangsaan Turki yang meneliti langsung akuntansi Merdiban ini. Jurnaljurnal ini diperoleh dan penelusuran di internet dan korespondensi dengan salah satu sejarawan melalui email.rnHasil penelitian ini menunjukkan bahwa Akuntansi Merdiban termasuk singleentry method yang berkembang di Timur Tengah, namun tidak ada kaitannya dengan singleentry di Barat. Dengan kata lain, Islam mempunyai sejarah akuntansi sendiri. Akuntansi Merdiban ini merupakan akuntansi statis dan sekarang hanya menjadi sejarah. Adanya Akuntansi Merdiban dipengaruhi oleh sistem politik, ekonomi, budaya dan agama pada saat itu. Akuntansi Merdiban dilestarikan melalui sistem magang. Karakteristik Akuntansi pemerintahan Merdiban ini adalah menggunakan jenis tulisan siyakat dan alfabet Arab/Persia yang format pencatatannya dari kanan ke kiri.