Tidak ada gambar sampul
Dalam agency teory, diasumsikan bahwa manajer (sebagai agen) dan pemilik dana atau investor (sebagai principal) masingmasing ingin memaksimumkan kepentingannya. Namun demikian, manajer tentu mendapatkan informasi lebihrnbanyak dibandingkan investor karena manajer yang mengelola perusahaan. Sebaliknya, investor sulit memperoleh informasi yang berkaitan dengan operasionalisasi perusahaan sehingga menyebabkan informasi yang tidak seimbang yang akan berpotensi dilakukannya moral hazard oleh manajer, yang salah satunya adalah perataan laba. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji implikasi praktik income smoothing pada laporan keuangan perusahaan serta untuk melihat kepatutannya dalam sistem ekonomi islam. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari sudut pandang etikarnsecara umum ada dua pendapat yang berbeda. Akan tetapi di lihat dari sudut pandang syariahnya pendapat yang mengatakan bahwa praktik income smoothing tersebut tidak etis lebih kuat, sebab praktik income smoothing ini dapat memicu tindakan oportunistik sesuai dengan kepentingan untuk memaksimumkan utilitasnya masingmasing. Sehingga hal tersebut akan berdampak kepada kerugian, sebab hal itu sama saja “mengelabuhi” pendapat stakeholder terhadaprnkondisi keuangan perusahaan tersebut.rn