Tidak ada gambar sampul
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun implementasi akuntansi pada UMKM masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akuntansi dan mengidentifikasi kendala dalam penyusunan laporan keuangan pada Bukan Main Studio Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemilik usaha dan pihak keuangan, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis dengan membandingkan praktik akuntansi Bukan Main Studio dengan teori dan SAK EMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bukan Main Studio telah mengimplementasikan akuntansi secara rutin setiap bulan menggunakan Microsoft Excel melalui verifikasi transaksi, rekonsiliasi rekening koran, penyusunan buku kas, dan laporan laba rugi. Namun, implementasinya masih sederhana dan belum sepenuhnya sesuai SAK EMKM karena belum menerapkan tahapan siklus akuntansi secara lengkap serta belum menyusun laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Kendala yang ditemukan meliputi perbedaan nama pengirim dan pelanggan, keterlambatan settlement, risiko bukti transfer palsu, serta keterbatasan pemahaman mengenai SAK EMKM. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi akuntansi telah berjalan konsisten meski dalam praktik siklus akuntansi belum lengkap dan tetap perlu adanya peningkatan agar sesuai dengan standar yang berlaku.