← Kembali ke katalog
πŸ“–

Tidak ada gambar sampul

Skripsi

Analisis Penerapan SOP dan Identifikasi Titik Kritis dalam Perspektif Manajemen Halal Supply Chain pada KPSBU Lembang Bandung Barat

oleh Achmad Thaariq Wirya - 42003033

Jenjang Pendidikan S1
Program Studi Manajemen Bisnis Syariah
Jenis Koleksi Skripsi
Tahun Terbit 2026
Bahasa Indonesia
Jumlah Halaman 135 hal.
Kode Klasifikasi SKR 2133/26
Ditambahkan 07 Oct 2026
πŸ”— Buka Dokumen / File

πŸ“ Deskripsi / Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mengidentifikasi titik kritis dalam Manajemen Halal Supply Chain pada rantai pasok susu segar di Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan prinsip halalan thayyiban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaΓ±a, serta uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, implementasi SOP pada setiap tahapan rantai pasok susu segar KPSBU meliputi penerimaan susu di TPS, pengangkutan, pemeriksaan kualitas di laboratorium, serta pencucian dan sanitasi peralatan telah berjalan secara konsisten dan sesuai dengan praktik di lapangan, dengan sistem pengawasan berlapis dan sanksi berjenjang yang konsisten. Kedua, terdapat empat titik kritis utama dalam rantai pasok susu segar KPSBU, yaitu proses cooling yang rentan terhadap pemadaman listrik, proses distribusi ke Industri Pengolahan Susu (IPS) yang rentan terhadap kendala teknis kendaraan, kemacetan lalu lintas yang berpotensi meningkatkan Total Plate Count (TPC), serta kebersihan milk can yang menjadi syarat penerimaan susu. Ketiga, faktor pendukung penerapan prinsip halalan thayyiban meliputi SOP yang jelas dan tegas, dukungan pimpinan, konsistensi penerapan SOP, ketersediaan infrastruktur pendukung, dan layanan kesehatan hewan gratis, sedangkan faktor penghambat meliputi harga peralatan QC yang mahal, pemadaman listrik, kemacetan lalu lintas, kecelakaan kendaraan, dan kesulitan pakan saat musim kemarau.