Tidak ada gambar sampul
Transformasi digital dipandang sebagai elemen strategis dalam memperkuat manajemen halal supply chain melalui peningkatan transparansi, traceability, dan integritas halal. Integrasi teknologi seperti blockchain, Internet of Things (IoT), dan sistem berbasis Industri 4.0 memungkinkan pemantauan real-time serta meningkatkan akurasi verifikasi halal dan pengendalian risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, teknologi, peran, dan kesenjangan transformasi digital dalam Halal Supply Chain guna meningkatkan kinerja dan keberlanjutan serta menentukan arah penelitian selanjutnya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020 terhadap artikel yang terindeks di Google Scholar pada periode 2015β2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian masih didominasi oleh tema traceability dan kepatuhan digital dengan fokus utama pada sektor makanan dan minuman. Sebaliknya, kajian mengenai kesiapan organisasi, harmonisasi regulasi, integrasi digital end-to-end, serta implementasi pada sektor halal non-pangan masih terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya model operasional digital yang lebih komprehensif dan penelitian empiris lintas sektor guna mendukung penguatan ekosistem digital halal yang berkelanjutan.