Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini menganalisis peran strategis sukuk hijau sebagai instrumen pembiayaan syariah dalam mengakselerasi Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia dan keterkaitannya dengan ekonomi berbasis teknologi. Melalui Systematic Literature Review (SLR) protokol PRISMA terhadap sepuluh publikasi relevan, hasil menunjukkan sukuk hijau berkontribusi nyata membiayai energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan infrastruktur ramah lingkungan, khususnya target SDG 7, 8, 9, 11, 12, 13, dan 15. Instrumen ini efektif mengisi celah pendanaan mitigasi perubahan iklim dan mengoptimalkan alokasi anggaran negara. Di era ekonomi digital, peluang pengembangan terbuka melalui platform investasi digital dan sistem pelaporan daring yang meningkatkan transparansi bagi investor milenial. Namun, optimalisasi potensi menghadapi kendala rendahnya literasi keuangan syariah, kerangka regulasi, dan keterbatasan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, penguatan tata kelola, penyempurnaan standar proyek hijau, dan perluasan ekosistem digital menjadi langkah strategis agar sukuk hijau berfungsi sebagai solusi pembiayaan berkelanjutan yang adaptif dan kompetitif di tengah perkembangan teknologi global.