Tidak ada gambar sampul
Dalam pencatatan keuangan pondok pesantren banyak yang masih menggunakan metode pencatatan manual atau sederhana dan tidak sesuai standar akuntansi keuangan. Pesantren sebagai yayasan sosial seringkali membuat pesantren merasa tidak membutuhkan laporan keuangan sesuai standar yang berlaku, sehingga masih jarang pesantren yang melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Adapun tujuan yang akan di capai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana standar pelaporan akuntansi pesantren sesuai dengan isak 35. Jenis data yang di gunakan ialah metode data skunder, teknik pengumpulan data penelitisn ini ambil dari data skunder, hasil penelitian ini adalah bentuk laporan keuangan pondok pesantren sesuai dengan ISAK 35 yaitu terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan.