Tidak ada gambar sampul
Konsumsi merupakan masalah akan selalu timbul seiring berjalannya waktu, juga memiliki peran besar dalam menentukan keseimbangan perekonomian. Selama ini konsep syariat yang mencakup seluruh aspek kehidupan mengalami keguncangan dalam pemikiran orangorang Islam setelah munculnya aliranaliran liberal dan sekuler. Pada awalnya menyebar secara sebagiansebagian akan tetapi kemudian bertambah besar dan meluas. Pola konsusmsi yang tinggi pasti membutuhkan produktivitas yang tinggi. Sebaliknya, Pola konsumsi yang rendah akan berakibat pada lemahnya proses produksi. Terlalu tingginya pola konsumsi dapat menyebabkan ketidakseimbangan pasar, menimbulkan penyakitpenyakit ekonomi seperti inflasi, instabilitas harga di pasaran, penimbunan bahan kebutuhkan pokok dan lainlain. Sebagai pedoman hidup, Islam tidak menonjolkan standar atau sifat kepuasan dari sebuah perilaku konsumsi melainkan lebih menonjolkan aspek normatif.Pada dasarnya, konsumsi di dalam Islam didasarkan pada kebutuhan (hajat) dan kepuasan (manfaat).Kepuasan dari sebuah perilaku konsumsi menurut Islam harus berlandaskan pada tuntunan ajaran Islam itu sendiri. Dengan pendekatan tafsir ekonomi Islam yang berlandaskan pada AlQur’an, AlHadist, dan Ijtihad diharapkan masyarakat mencapai pemahaman yang proporsional tentang konsumsi. Pemahaman ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan konsumsi sehingga akan tercapai keseimbangan perekonomian.