← Kembali ke katalog
đź“–

Tidak ada gambar sampul

Proposal Bisnis

Rencana Pengembangan Sari Kedelai Milenial Mas Sulai" dengan Bussiness Model Canvas"

oleh Fariz Dzikri Novandia - 41502042

Jenjang Pendidikan S1
Program Studi Perbankan Syariah
Jenis Koleksi Proposal Bisnis
Tahun Terbit 2019
Bahasa Indonesia
Kode Klasifikasi PB 0020/19
Ditambahkan 21 May 2026

📝 Deskripsi / Abstrak

Sari Kedelai Milenial “Mas Sulai” diproduksi oleh Dapur Mamah Aya yang merupakan produsen makanan dan minuman sehat. Diberi nama Sari Kedelai Milenial karena terdapat varian rasa dengan nama seperti Original (Ketulusan), Stroberi (Cinta Sejati), Coklat (Kesetiaan), dan Bluberi (Yang Pernah Ada). Sedangkan untuk “Mas Sulai” adalah branding yang tercetus karena ownernya sering dipanggil oleh konsumen dengan panggilan “mas sulai” yang diambil dari “susu kedelai”. Produsen memakai nama Sari Kedelai karena hasil evaluasi dari kementerian kesehatan yakni jika susu merupakan yang keluar dari puting, sedangkan kacang kedelai merupakan tumbuhan dan yang diolah dari kacang kedelai tersebut adalah sarinya.
Sari Kedelai Milenial “Mas Sulai” dalam perencanaan strateginya menggunakan 2 tools yaitu Business Model Canvas (BMC) dan Value Proposition Canvas (VPC). Lalu dari kedua tools tersebut menjadi dasar untuk membuat kuesioner untuk menguji kelayakan produk dan bisnis dari Sari Kedelai Milenial “Mas Sulai”.
Penjualan Sari Kedelai Milenial “Mas Sulai” diawali dengan sistem reseller melalui mahasiswa di kampus, melalui ibu-ibu rumah tangga di perumahan, siswa di sekolah menengah atas serta dititipkan melalui kantin dan koperasi. Penjualan langsung pun dilakukan dengan membuka stand di Situ Gintung, kampus STEI SEBI serta di event kecil maupun akbar. Ke depannya untuk aspek pemasaran, perusahaan akan menambah ke sistem agen pusat di Jabodetabek sampai ke pulau Jawa bagian barat, franchise atau kemitraan untuk memperluas jangkauan distribusi Sari Kedelai Milenial “Mas Sulai” serta membangun kedai pertama di Jabodetabek. Sedangkan untuk penjualan online Sari Kedelai Milenial “Mas Sulai” berencana untuk membuat aplikasi pemesanan khusus customer, tools FacebookAds dan AdSense untuk memperluas pemasaran melalui online.
Kebijakan pendanaan dalam menunjang produksi Sari Kedelai Milenial “Mas Sulai” menggunakan pembiayaan dengan akad qardh. Modal awal yang dikeluarkan sebesar Rp. 15.000.000,-
Analisis Rasio yang terbagi menjadi 4 bagian, Liquidity Ratio, Leverage Ratio, Activity Ratio, dan Profitability Ratio. Untuk liquidity ratio, dibagi menjadi 2 current ratio dan Rasio perputaran kas yang mana masing masing memiliki nilai 0 untuk current ratio dikarenakan lunasnya hutang dalam kurun waktu 10 bulan pada proyeksi tahun pertama sedangkan 1,6 pada rasio perputaran kas dengan jumlah penjualan bersih lebih besar dari modal kerja. Leverage ratio dihitung dengan metode Rasio Modal sendiri dengan total aktiva di mana mendapatkan nilai 9%, 45% dan 42% untuk tiga tahun pengembangan.
Rasio Aktivitas juga dibagi menjadi metode Perputaran modal kerja dan Total Assets Turn Over. Perputaran Modal Kerja memiliki perputaran 1.63, 0.90, dan 0.74 selama tiga tahun sehingga diproyeksikan menurunnya perusahaan dalam manajemen perputaran modal selama 3 tahun berturut-turut. Selanjutnya Total Assets Turn Over memiliki perputaran 1.63, 0.93, dan 0.74 selama tiga tahun sehingga diproyeksikan jika tidak dikelola dengan baik aset perusahaan maka dapat berpengaruh pada angka penjualan produknya. Terakhir yakni Profitability Ratio dengan metode ROI dengan tingkat pengembalian 91%, 59%, dan 59% untuk 3 tahun pengembangan sehingga diproyeksikan jika tidak ditingkatkannya laba, maka perusahaan akan sedikit melambat dalam pengembalian modal kepada investor.

đź”— Buka Dokumen / File