← Kembali ke katalog
πŸ“–

Tidak ada gambar sampul

Skripsi

Analisis Efisiensi Biaya Pengelola Organisasi Pengelola Zakat dengan Metode Data Envelopment Analisyst

oleh Aulia Zahra - 41201017

Jenjang Pendidikan S1
Program Studi Akuntansi Syariah
Jenis Koleksi Skripsi
Tahun Terbit 2016
Bahasa Indonesia
Kode Klasifikasi S 401/16
Ditambahkan 21 May 2026
πŸ”— Buka Dokumen / File

πŸ“ Deskripsi / Abstrak

Potensi zakat, infak, dan sedekah di Indonesia sangat besar dan diyakini dapat menciptakan keadilan distribusi kekayaan masyarakat. Sayangnya, dana zakat, infak, dan sedekah yang berhasil dikumpulkan masih jauh dari potensi yang ada. Oleh karena itu, dibutuhkan optimalisasi potensi zakat, salah satunya dengan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) periode 20122014 menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan produksi. Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan metode nonparametrik yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi Unit Pengambil Keputusan (UPK). Metode ini bekerja dengan mengukur rasio antara output dan input yang diperbandingkan antar Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang diteliti. Variabel output yang digunakan adalah dana terhimpun dan dana tersalurkan. Sedangkan variabel input yang digunakan adalah biaya personalia, biaya sosialisasi, dan biaya operasional lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) pada tahun 2013 masih lebih baik dari tahun 2012 dan tahun 2014, baik secara teknis (93,50%), skala (73,28%), dan overall (70,54%). Perhitungan terhadap 7 Organisasi Pengelola Zakat di tahun 2013 dengan asumsi Constant Return to Scale (CRS), menunjukkan hanya 3 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang efisien, yaitu YBM BRI, BSM Ummat, dan BAMUIS BNI. Penyebab utama inefisiensi dari pengukuran orientasi output adalah dana terhimpun dan dana tersalurkan, yakni sebesar 49,23% dan 48,13%. Sedangkan pengukuran orientasi input menyatakan bahwa sumber inefisiensi adalah biaya personalia sebesar 33,42%, biaya sosialisasi sebesar 33,72%, dan biaya operasional lainnya sebesar 32,29%.