Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja perbankan syariah dengan menggunakan model maqashid indeks dan SCnP, yang mana kedua model ini telah disesuaikan dengan karakteristik perbankan syariah. Penelitian dilakukan terhadap tujuh Bank Umum Syariah (BUS) selama kurun waktu lima tahun, dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Hasil penelitian menggunakan model maqashid indeks menunjukkan bahwa terdapat variasi kinerja yang kenaikan dan penurunannya fluktuatif. Masingmasing BUS selama kurun waktu lima tahun berada pada pada rentang 0,169010,34297. Bank Muamalat Indonesia merupakan BUS yang dinilai paling stabil kinerja maqashid syariahnya selama masa pengamatan. Hal ini terlihat dari total MI BMI yang selalu melebihi 0,30 dan selalu mendapat peringkat tertinggi pertama atau kedua di setiap tahunnya, kecuali tahun 2014, dimana pada tahun 2014 terjadi penurunan kinerja serempak pada 6rnBUS sampel termasuk BMI. Adapun pengukuran kinerja BUS dengan menggunakan model SCnP, menunjukan bahwa selama lima tahun ratarata BUS di Indonesia berada pada LRQ (Lower Right Quadrant) dan LLQ (Lower Left Quadrant), yang berarti bahwa ratarata BUS di Indonesia memililiki tingkat kesesuaian syariah yang tinggi, tetapi tingkat profitabilitasnya rendah, atau tingkat kesesuaian syariah rendah dan tingkat profitabilitasnya rendah, dan menunjuk BMI sebagai bank dengan kinerja terbaik menurut pendekatan SCnP. Hal tersebut dikarenakan BMI adalah bank yang paling konsisten bearada di URQ. Adapun pengukuran BUS menggunakan metode maqashid indeks, dengan model SCnP menunjukkan bahwa tidak selamanya bank syariah dengan total MI tertinggi berada pada URQ. Hal ini terbukti dari BPS yang dua kali mencapai peringkat 1 dengan pendekatan maqashid indeks dua kali pula tidak berada di URQ, melainkanrnberada di LRQ.