Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk menganalisis kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia dengan menggunakan pendekatan nilai tambah. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Bank Umum Syariah yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2015. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Bank Umum Syariah yang telah mempublikasikan Laporan Keuangan secara lengkap pada tahun 20132015. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari rasio produktivitas dan rasio distribusi nilai tambah. Rasio produktivitas terdiri dari delapan rasio, yaitu VAMC, VALC, VAR, NPVA, VASC, VAFA, VANW, dan VAE.Sedangkan rasio distribusi terdiri dari enam rasio, yaitu ZVA, CusVA, EVA, GVA, FVA, dan SVA. Hasil dari penelitian analisis kinerja Bank Umum Syariah(BUS) di Indonesia selama periode 20132015 menunjukkan rentan total nilai tambah bersih pada kisaran Γ’β¬βRp25.793 juta sampai Rp4.343.559 juta, kemudian ratarata industri rasio produktivitas diantaranya rasio VAMC sebesar 477%, rasio VALC sebesar 368%, rasio VAR sebesar 65%, rasio NPVA sebesar 12%, rasio VASC sebesar 77%, rasio VAFA sebesar 451%, rasio VANW sebesar 7%, dan terakhir rasio VAE sebesar Rp432.668.355. Pada tingkat distribusi nilai tambah menunjukkan hasil nasabah menempati distribusi pertama secara keseluruhan BUS yang dijadikan sampel dengan ratarata 59,39%. Pada urutan distribusi kedua adalah tenaga kerja dengan ratarata distribusi 25,50%. Urutan ketiga dan keempat diperoleh pemegang saham dan pemerintah dengan ratarata masingmasing 10,87% dan 3,89%. Sedangkan fasilitator pembiayaan dan zakat menempati urutan distribusi kelima dan keenam dengan ratarata 0,29% dan 0,07%.