← Kembali ke katalog
πŸ“–

Tidak ada gambar sampul

Skripsi

Analisis Konsistensi Penyajian Laporan Keuangan Pada Bank Umum Syariah di Indonesia (Studi Komparasi BMI dan BSM)

oleh Tati Rahmawati

Jenjang Pendidikan S1
Program Studi Akuntansi Syariah
Jenis Koleksi Skripsi
Tahun Terbit 2015
Bahasa Indonesia
Kode Klasifikasi S 327/15
Ditambahkan 21 May 2026
πŸ”— Buka Dokumen / File

πŸ“ Deskripsi / Abstrak

Sebuah laporan keuangan harus menekankan konistensi dalam penyajian laporan keuangannya agar dapat dibandingkan atau comparability yang merupakan salah satu karakteristik informasi akuntansi. Ketidakkonsistenan penyajian laporan keuangan secara praktis dan teknis akan menyebabkan kesulitan analisis oleh pengguna laporan keuangan. Sedangkan secara filosofis bagi entitas yang beroperasi dengan prinsip syariah konsistensi merupakan bentuk pertanggungjawaban (akuntabiliti) manajemen dan auditor (selaku pemeriksa laporan keuangan) kepada Tuhan.rnPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsistensi penyajian laporan keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia dengan sampel penelitian pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laba rugi) Bank Muamlat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri tahun 20082012. Lalu akan dilakukan komparasi antar objek. Penelitian dilkukan dengan melakukan perbandingan terhadap jumlah dan klasifikasi akun, besarnya tingkat konsistensi penyajian diukur menggunakan logika index disclosure of methodology. rnHasil dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa penyajian laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laba rugi) pada Bank Muamalat Indonesia masih menyajikan akun dan jumlah saldo yang tidak konsisten dengan indeks terendah pada tahun 2008 yaitu 58% dan indeks konsistensi tertinggi yaitu 99% pada tahun 2009. Pada Bank Syariah Mandiri hanya satu laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi) menyajikan akun dan saldo konsisten untuk tahun 2012 dan hanya laporan keuangan tahun 2011 pada Bank Muamalat Indonesia yang terdapat penjelasan pada opini auditor. Adanya ketidakkonsistenan tersebut disebabkan oleh adanya perubahan standar akuntansi yang mengharuskan auditor melakukan penyesuaian terhadap tahun sebelumnya. Untuk laporan keuangan BMI 2009 dan BSM 2011 tidak terdapat penjelas dalam opini auditor maupun dalam catatan atas laporan keuangan.