Tidak ada gambar sampul
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki tanggung jawab besar memegang kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Indonesia. Permasalahannya adalah bagaimana kinerja keuangan BAZNAS?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan BAZNAS dengan menggunakan teknik analisis rasio keuangan. Analisis rasio keuangan ini menggunakan dua model rasio yaitu rasio dari penelitian Ritchie & Kolodinsky (2003) untuk organisasi nirlaba dan rasio yang diajukan PEBSFE UI & IMZ (2011) untuk lembaga zakat. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan BAZNAS selama rentang periode 2004 sampai 2013. Komponen dari rasio yang digunakan adalah sepuluh rasio, yaitu lima rasio Ritchie & Kolodinsky dan lima rasio PEBSFE UI & IMZ. Hasil dari penelitian berdasarkan rasio Ritchie & Kolodinsky, kelima rasio ini menunjukan kinerja keuangan BAZNAS selama sepuluh tahun terakhir dinyatakan baik. Berdasarkan rasio PEBSFE UI & IMZ, dua dari rasio ini menunjukan kinerja keuangan BAZNAS selama sepuluh tahun berada pada kondisi tidak baik, yakni rasio perolehan dana khusus zakat dan rasio biaya operasional. Sedangkan ketiga rasio yang menunjukan kinerja baik yakni rasio pertumbuhan perolehan dana khusus zakat, rasio biaya program (penyaluran dana kepada mustahik) dan rasio pertumbuhan biaya program (penyaluran dana kepada mustahik).