← Kembali ke katalog
📖

Tidak ada gambar sampul

Skripsi

Parameter Alternatif dalam Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah di Indonesia

oleh Ai Kartilah

Jenjang Pendidikan S1
Program Studi Akuntansi Syariah
Jenis Koleksi Skripsi
Tahun Terbit 2012
Bahasa Indonesia
Kode Klasifikasi S 239/12
Ditambahkan 21 May 2026
🔗 Buka Dokumen / File

📝 Deskripsi / Abstrak

Sejauh ini parameter penilaian tingkat kesehatan bank syariah hanya menggambarkan kualitas kesehatan finansial perusahaan. Parameter penilaian kesehatan ini tidak cukup bagi perbankan syariah. Dikarenakan bank syariahrnmemiliki karakteristik yang berbeda dengan bank konvensional. Dimana perbankan syariah dikembangkan sebagai lembaga keuangan yang menjalankan fungsi dan perannya berdasarkan prinsipprinsip syariah yang tujuannya tidak hanya terfokus pada tujuan komersil dalam mencapai keuntungan maksimal semata namun juga bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya parameter yang lebih komprehensif dalam mengevaluasi kesehatan perbankan syariah. Dalam penelitian ini, paramater alternatif tingkat kesehatan bank syariah yang diwakili oleh Bank Mamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Mega Syariah (BMS) adalah penilaian yang mencakup Faktor Permodalan (Capital), Kualitas Aset (Asset Quality), Rentabilitas (Earning), Likuiditasrn(Liquidity), Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE), Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM), Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS), Peningkatan Kapasitas SDI dan Riset (PKSR), dan Distribusi Pembangunan Ekonomi (DPE). Berdasarkan hasil penilaian dengan menggunakan parameter alternatif yang dirumuskan, secara keseluruhan tingkat kesehatan bank syariah di Indonesia yang diwakili oleh BMI, BSM, dan BMS dalam periode 20082010 termasuk dalam tingkat kesehatan “Cukup Sehat”. Namun secara parsial, tingkat kesehatan BMI lebih tinggi dibandingkan dengan BSM dan BMS. Nilai kumulatif setelah pembobotan dari BMI adalah sebesar 77,37, nilai ini lebih tinggi 5,46 dari BSM dan lebih tinggi 4,52 dari BMS. Nilai kumulatif setelah pembobotan dari BSM adalah sebesar 71,92 dan nilai dari BMS adalah sebesar 72,85. Selisih BMS dengan BSM adalah sebesar 0,93.rn