← Kembali ke katalog
πŸ“–

Tidak ada gambar sampul

Skripsi

Mengukur Tingkat Efisiensi Bank Umum Syariah dengan Metode DEA dan Perbandingan dengan Rasio Keuangan (Studi Kasus: Bank Muamalat Indonesia dan Bank Mega Syariah)

oleh Joni Agusah Putra

Jenjang Pendidikan S1
Program Studi Perbankan Syariah
Jenis Koleksi Skripsi
Tahun Terbit 2012
Bahasa Indonesia
Kode Klasifikasi S 260/12
Ditambahkan 21 May 2026
πŸ”— Buka Dokumen / File

πŸ“ Deskripsi / Abstrak

Efisiensi dalam dunia perbankan merupakan salah satu parameter kinerja yang secara teoritis mendasari seluruh kinerja sebuah organisasi. Efisiensi operasional dan daya saing juga merupakan salah satu sasaran strategis pengembangan jangka panjang perbankan syariah. Sementara karakter bankbank syariah yang ekspansif cenderung menimbulkan biaya operasional dan investasi yang tinggi. Oleh karena itu, pengukuran tingkat efisiensi pada bank syariah perlurndilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat efisiensi Bank Umum Syariah (BUS) dengan memilih Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank Mega Syariah (BMS) sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode data envelopment analysis (DEA) yang dapat menghitung input majemuk dan output majemuk untuk mengukur tingkatrnefisiensi BMI dan BMS. Metode DEA yang digunakan adalah model constant return to scale (CRS) dan model variabel return to scale (VRS) dengan pendekatan aset dan produksi. Hasil DEA model CRS pendekatan aset dibandingkan dengan rasio ROA dan hasil DEA model VRS pendekatan produksi dibandingkan dengan rasio BOPO. Variabel input pada pendekatan aset adalah total aset dan variabel outputnya adalah pendapatan operasional utama, pendapatan operasional lainnya dan pendapatan non operasional. Sementara variabel input pada pendekatan produksi adalah harga dana, beban personalia dan beban operasional lainnya, variabel outputnya adalah pendapatan operasional utama dan pendapatan operasional lainnya. Hasil penellitian ini menunjukkan, pada pendekatan aset BMI cenderungrntidak efisien baik dengan model CRS, VRS dan secara skala. Sementara pada pendekatan produksi BMI tidak efisien dengan model CRS tetapi efisien dengan model VRS dan secara skala. Sedangkan BMS cenderung dalam kondisi yangrnefisien pada pendekatan aset dan produksi baik dengan model CRS, VRS maupun secara skala selama periode penelitian. Penelitian ini menyimpulkan, besarnya total aset suatu bank tidak selamanya berpengaruh linier terhadap peningkatan efisiensi skala. Penelitian ini juga menyimpulkan, pengukuran efisiensi dengan DEA menunjukkan hasil yang konsisten dengan rasio keuangan ROA dan BOPO. Sehingga tidak ada perbedaan antara tingkat efisiensi menggunakan metode DEA dengan tingkat efisiensi menggunakan rasio keuangn pada BMI dan BMS selama periode penelitian.