Tidak ada gambar sampul
Kekayaan rempah Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, salah satunya melalui minuman herbal tradisional seperti bir pletok. Di tengah gempuran produk minuman modern, tren gaya hidup sehat (healthy lifestyle) masyarakat urban membuka peluang pasar yang menjanjikan bagi minuman berbahan dasar alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis dan merancang strategi pengembangan usaha untuk produk "Bir Pletok Mpok Isah", sebuah UMKM minuman fungsional khas Betawi yang memadukan warisan budaya dan manfaat kesehatan.
Metode yang digunakan dalam perencanaan bisnis ini meliputi pendekatan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan strategi operasional , analisis SWOT untuk merumuskan strategi bersaing , serta uji kelayakan pasar melalui soft launching dan sistem pre-order. Analisis kelayakan juga ditinjau dari aspek pasar, teknis operasional, manajemen sumber daya manusia, hukum/legalitas, sosial-lingkungan, dan finansial.
Hasil analisis menunjukkan bahwa bisnis Bir Pletok Mpok Isah layak untuk dikembangkan berdasarkan asumsi dan analisis yang digunakan. Dari aspek legalitas, usaha ini telah didukung oleh kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan telah melalui uji kurasi DKUM Kota Depok. Secara finansial, dengan total kebutuhan investasi awal sebesar Rp 47.750.000 yang didanai sepenuhnya melalui ekuitas pemilik (bootstrapping) , bisnis ini diproyeksikan mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 10.650.000 per bulan (margin 19%) pada tahun pertama. Payback Period diestimasi dapat tercapai dalam waktu kurang lebih 5 bulan. Perencanaan pengembangan 5 tahun ke depan diarahkan pada penguatan omnichannel, inovasi kemasan, dan perluasan jangkauan distribusi hingga tingkat nasional.