Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisien dan produktivtas pengelolaan wakaf dan dana sosial lainnya oleh nazhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan non-parametrik. Sumber data berasal dari Yayasan Bina Tsaqofah. Data dianalisis menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) dan Malmquist Productivity Index (MPI). Analisis didasarkan pada data operasional kelembagaan, dengan variabel input berupa biaya sumber daya manusia dan biaya operasional, serta variabel output berupa penerimaan dan penyaluran wakaf. Hasil analisis DEA menunjukkan bahwa Yayasan Bina Tsaqofah memperoleh skor efisiensi teknis sebesar 1,000 pada seluruh periode pengamatan dengan pendekatan output-oriented dan asumsi Constant Returns to Scale (CRS), dengan sangat efisien. Analisis Malmquist Productivity Index menunjukkan bahwa rata-rata Total Factor Productivity Change (TFPCH) sebesar 1,015, dengan kategori produktif meningkat. Secara dekomposisi, nilai Efficiency Change (EFFCH) sebesar 1,000 menunjukkan kondisi stagnan, sedangkan Technological Change (TECHCH) sebesar 1,021, yang menunjukan bahwa peningkatan produktivitas lebih dipengaruhi oleh perubahan teknologi dibandingkan perubahan efisiensi. Secara tahunan, produktivitas meningkat tinggi pada periode 2020β2021 (1,057) dan 2021β2022 (1,054), menurun pada 2022β2023 (0,951), dan kembali meningkat pada 2023β2024 (1,026). Nazhir wakaf perlu melaukan penguatan sistem dan inovasi kelembagaan guna menjaga keberlanjutan kinerja pengelolaan wakaf.