Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini menganalisis dan menyempurnakan model bisnis Cireng Brosis, UMKM kuliner di Bogor, menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang dikombinasikan dengan analisis SWOT dan STP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara pemilik usaha dan pelanggan serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan perlunya perbaikan dalam beberapa elemen BMC untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional. Cireng Brosis memperjelas segmentasi pelanggan dengan menargetkan dua kelompok utama, yaitu anak muda pekerja serta wisatawan dan content creator. Value proposition diperkuat dengan varian rasa khas, kemasan premium, dan sertifikasi halal. Customer relationship dikembangkan melalui strategi pemasaran digital dan interaksi langsung di media sosial. Channels diperluas melalui marketplace, toko oleholeh, dan bazar kuliner. Key activities mencakup penguatan branding, bundling produk, dan konten edukatif terkait halal dan khas Bogor. Key resources ditingkatkan dengan penambahan tenaga pemasaran dan storytelling digital. Key partners mencakup toko oleholeh, agen wisata, dan influencer. Cost structure meningkat karena investasi dalam pemasaran digital dan legalitas usaha, sedangkan revenue streams diperkuat melalui ekspansi distribusi dan produk eksklusif oleholeh. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan usaha Cireng Brosis secara berkelanjutan.