Tidak ada gambar sampul
Salah satu cara inovasi untuk mendukung keberlanjutan energi dan lingkungan adalah mengolah limbah minyak jelantah menjadi biodiesel. Studi ini menganilisis dari faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan perusahaan APJETI sebagai pengepul minyak jelantah. Analisis SWOT yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) APJETI untuk membuat strategi yang efektif. Selanjutnya, untuk menentukan strategi Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) digunakan untuk menentukan strategi berdasarkan daya Tarik strategis dari alternatif yang telah diintetifikasi. Metode sociopreneurship APJETI memiliki dampak sosial dan lingkungan yang signifikan selain keuntungan ekonomi APJETI menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan limbah yang berkelanjutan dengan memberdayakan komunitas lokal untuk mengumpulkan minyak jelantah. Selain itu, APJETI membantu masyarakat memahami manfaat ekonomi dari pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Oleh karena itu, model bisnis ini tidak hanya menguntungkan lingkungan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis sosial yang inklusif dan bermanfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas penampungan minyak jelantah yang tidak terbatas serta keberadaan komunitas pengumpul yang terorganisir merupakan dua keunggulan utama dalam memenuhi meningkatnya permintaan biodiesel. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga pasar, persaingan dengan pengepul lain, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat pengelolaan limbah masih menjadi kendala yang perlu diatasi.