Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari saham syariah dan reksa dana syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam periode 2018 2024. Variabel independen yang digunakan dalam studi ini adalah saham syariah (Indeks Saham Syariah Indonesia/ISSI) dan reksa dana syariah (Nilai Aktiva Bersih/NAB), sedangkan variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan model Auto Regressive Distributed Lag (ARDL). Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Excel 2019 dan Software EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, saham syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan reksa dana syariah menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan. Namun, dalam jangka panjang, saham syariah berpengaruh positif meskipun tidak signifikan, sedangkan reksa dana syariah berpengaruh negatif dan juga tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Model peramalan PDB yang menggunakan ARDL menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dengan nilai Mean Absolute Percent Error (MAPE) yang rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa saham syariah memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional khususnya dalam jangka pendek, sedangkan reksa dana syariah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini menegaskan bahwa penguatan instrumen saham syariah dapat menjadi strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, sementara reksa dana syariah masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar dapat memberikan kontribusi optimal.