Tidak ada gambar sampul
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis tingkat efisiensi pengelolaan zakat di Indonesia, Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif Deskriptif, Data yang digunakan adalah data sekunder, Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik dokumentasi, Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) menggunakan model Variabel Return to Scale yang terdiri dari 3 variabel input yakni dana ZIS terhimpun, Aset tetap dan Gaji Amilin kemudian 2 variabel output terdiri dari dana ZIS tersalurkan dan biaya personalia, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dari 8 Organisasi pengelola zakat yang terdiri dari BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Inisiatif Zakat Indonesia, LAZ AlAzhar, Baitul Mal Muamalat, LAZGIS Peduli dan Panti Yatim Indonesia. Pada tahun 2019 5 LAZ sudah Efisien 100% namun 3 LAZ belum mencapai efisienssi 100%, Inisiatif Zakat Indonesia hanya 99,50%, LAZ AlAzhar mencapai 99,30% dan Panti Yatim Indonesia mencapai 91,20% sedangkan di tahun 2020 ada 6 OPZ sudah mencapai efisiensi 100% tetapi 2 lainnya belum Efisien yakni Dompet Dhuafa yang hanya mencapai 99,80% dan Panti Yatim Indonesia hanya 88,90%, sedangkan pada tahun 2021 jumlah OPZ yang sudah mencapai Efisiensi 100% ada 6 OPZ, 2 OPZ belum mencapai efisiensi sempurna yakni Rumah Zakat yang hanya mencapai nilai 78,90%, Inisiatif Zakat Indonesia hanya mencapai 77%. Hal tersebut dikarenakan jumlah pada variable dana tersalurkan dan biaya operasional belum secara optimal.