Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan indeks transparansi BAZNAS Provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Indeks transparansi diukur menggunakan model Indeks Transparansi Organisasi Pengelola Zakat (ITRANS OPZ) dengan pendekatan multi stage weight index. Pemilihan sampel berdasarkan purposive sampling meliputi BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, BAZNAS Provinsi D.I. Yogyakarta, BAZNAS Provinsi Bengkulu dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil pengukuran indeks transparansi pada 4 BAZNAS Provinsi secara berurutan sebagai berikut: BAZNAS Provinsi D.I. Yogyakarta (0,96), BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara (0,89), dan BAZNAS Provinsi Bengkulu (0,81). Hasil komparasi 4 BAZNAS Provinsi menunjukkan bahwa indeks tertinggi adalah BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BAZNAS Provinsi D.I. Yogyakarta (dimensi keuangan;0,40), BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, BAZNAS Provinsi D.I. Yogyakarta, dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Tenggara (dimensi manajemen;0,26), dan BAZNAS Provinsi D.I. Yogyakarta (dimensi program;0,30). Implikasi penelitian ini menghendaki BAZNAS Provinsi meningkatkan indeks transparansi agar kepercayaan muzakki meningkat. Dengan demikian, pengumpulan dana zakat di setiap BAZNAS Provinsi diharapkan dapat meningkat.