Tidak ada gambar sampul
Pandemi Covid19, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS), indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 sebesar 2,07%. Hal ini menyebabkan perekonomian Indonesia pada tahun 2020 mengalami deflasi atau penurunan drastis karena perkembangan ekonomi di Indonesia mempunyai pergerakan yang kurang stabil. Dampaknya cukup signifikan terhadap sektor riil termasuk kinerja bank pembiayaan rakyat Syariah. Kinerja BPRS, maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kesehatan bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Nusa Tenggara Barat tahun sebelum dan saat pandemi, metode perhitungan tingkat kesehatan bank menggunakan REC ditinjau dari aspek Risk Profile, rentabilitas dan Capital. Sumber data diperoleh secara primer, dari laporan keuangan periode 20192020. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tidak terdapat perubahan secara signifikan terhadap tingkat kesehatan BPRS di Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh rasio NPF, FDR, ROA, REO dan CAR akan tetapi pada rasio FDR di mana tingkat rasio menurun setelah adanya pandemi Covid19 dengan peringkat Kesehatan cukup sehat, Kesimpulan BPRS di Nusa Tenggara Barat sebelum pandemi dan pada saat pandemi covid19 kriteria penilaian tingkat kesehatan bank di peringkat 2 dengan keterangan “sehatâ€.