Tidak ada gambar sampul
Masjid dituntut untuk menggunakan laporan keuangan yang terstandarisasi akuntansi meskipun SDM dan sistem yang dimiliki belum mapan. Penelitian bertujuan untuk memetakan pelaporan keuangan masjid di Kota Bogor sehingga memberikan gambaran dalam membuat laporan keuangan dengan format yang terstruktur, transparan, dan akuntabel berdasarkan kondisi masjid di lapangan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data Miles dan Huberman. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang diperoleh dari 8 masjid sampel di Kota Bogor. Pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hanya sedikit masjid di Kota Bogor yang mampu menerapkan seluruh prinsip akuntansi. Teknik pencatatan laporan keuangan masjid di Kota Bogor menggunakan cash basis. Metode pencatatan laporan keuangan yang dipakai oleh mayoritas masjid di Kota Bogor menggunakan single entry, sedangkan masjid yang menggunakan metode double entry belum menerapkannya secara sempurna. Mayoritas masjid di Kota Bogor belum mencatat unsur laporan posisi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masjid di Kota Bogor telah memenuhi beberapa karakterisitik kualitatif. Temuan lainnya terdapat kendala pengurus masjid dalam melaporkan keuangan masjid yaitu kualitas SDM, sistem kerja, dan fasilitas yang kurang memadai. Harapan pengurus Masjid di Kota Bogor adalah terdapat peningkatan dan pelatihan pengurus masjid dalam ilmu akuntansi dan manajemen masjid, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pelaporan keuangan, dan kolaborasi antara yayasan dan masjid.