Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi BAZNAS, Dompet Dhuafa dan IZI saat sebelum dan sesudah pandemi COVID19, kemudian untuk mengetahui faktor penyebab inefisiensi BAZNAS, Dompet Dhuafa dan IZI, serta mengetahui kondisi yang menyebabkan ketiga OPZ tersebut mengalami efisiensi dan inefisiensi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa data laporan keuangan tahunan BAZNAS, Dompet Dhuafa dan IZI tahun 20192020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Data Envelopment Analysis (DEA) dengan menggunakan asumsi CRS dan VRS. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan produksi dengan orientasi output. Variabel input yang digunakan pada penelitian ini adalah biaya personalia dan biaya operasional. Sedangkan variabel output yang digunakan adalah dana terhimpun dan dana tersalurkan. Hasil penelitian menujukkan bahwa setelah pandemi efisiensi BAZNAS mengalami kenaikan, yaitu menjadi 74% dengan asumsi CRS dan 100% dengan asumsi VRS. Sedangkan inefisiensi BAZNAS terjadi pada tahun 2019 sebesar 66% berdasarkan asumsi CRS dan 79% berdasarkan asumsi VRS. Kondisi RTS BAZNAS decreasing, artinya BAZNAS harus mengurangi input atau mengoptimalkan output untuk mencapai efisien. Sedangkan Dompet Dhuafa dan IZI memperoleh nilai efisiensi 100% dengan kondisi RTS constan pada saat sebelum dan sesudah pandemi COVID19.