Tidak ada gambar sampul
Pandemi covid19 yang berasal dari Wuhan China menyerang Indonesia pada maret 2020. Banyak hal yang terdampak, baik kesehatan secara nasional hingga kepada permasalahan ekonomi. Ditegah kondisi ini ternyata perolehan penghimpunan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional Pusat justru menunjukkan kenaikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh dengan cara wawancara dan dekumentasi. Seterusnya data diolah dengan metode Miles dan Hubermen. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Amil Zakat Nasional Pusat memfokuskan strategi fundraising kepada online atau biasa disebut digital fundraising dengan pola direct dan indairect Baznas gencar mengajak masyarakat untuk berzakat, infak dan sedekah/ berdonasi di tengah situasi pandemi covid19. Terdapat 3 strategi yang diterapkan oleh baznas pusat yaitu ; 1) memperbanyak channel kemudahan berzakat, 2) meningkatkan awarness ajakan (iklan), 3) meningkatkan layanan muzakki/donatur. Pada tahun 2020 Baznas memiliki 6 channel digital platform berzakat dengan 80 mitra digital yang tersebar di seluruh indonesia. Selain itu baznas juga gencar mengajak muzakki untuk berzakat mealalui saluransaluran Baznas seperti UPZ, Ritel, zakat Perusahaan, CSR dan zakat payroll system.