Tidak ada gambar sampul
Peer to peer lending merupakan model investasi yang sedang berkembang diberbagai Negara termasuk di Indonesia. Model investasi ini memiliki banyak kelebihan dari segi efektifitas sehingga dapat memudahkan para pengguna untuk mengaplikasikannya, terlebih lagi investasi peer to peer lending di Indonesia memiliki sasaran target pembiayaan untuk UMKM sehingga model investasi ini dapat membantu pembiayaan di siklus ekonomi mikro. Kemudahan yang diberikan oleh model investasi peer to peer lending seharusnya dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat yang baru memulai investasi seperti mahasiswa. Sebelum melakukan investasi sudah seharusnya para calon investor memiliki pengetahuan yang cukup tentang investasi agar dapat terhindar dari risiko gagal yang menyebabkan kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan investasi terhadap minat mahasiswa STEI SEBI berinvestasi peer to peer lending. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian adalah campuran kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dan data diproses dengan menggunakan SPSS ver. 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji T sebesar 0.200 dan nilai signifikansi sebesar 0.842. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan investasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi peer to peer lending.. Hasil penelitian tersebut didukung oleh data hasil wawacara yang menunjukkan bahwa hasil hubungan negatf tidak signifikasn disebabkan oleh salah satunya pengetahuan secara teoritis tidak begitu berpengaruh apabila tidak ada ilmu aplikatifnya.