Tidak ada gambar sampul
Penelitian ini adalah penelitian dekriptif kuantitatif untuk mengukur tingkat efisiensi tiga Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) pendekatan intermediasi dengan orientasi input. Menggunakan model pengukuran CRS (efisiensi teknis), VRS (efisiensi teknis murni), dan skala. Variabel yang digunakan yaitu variabel input dan variabel output. Variabel input yang digunakan adalah biaya tenaga kerja dan dana pihak ketiga. Sedangkan variabel outputnya adalah pendapatan operasional dan pembiayaan yang disalurkan. Data yang digunakan selama 20122015 dengan mengambil studi kasus pada BMT Ubasyada, BMT AlJibaal dan BMT AtTaqwa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BMT dengan tingkat efisien tertinggi 100% selama tiga periode penelitian adalah BMT AlJibaal dan AtTaqwa, baik dengan model CRS, VRS dan skala. Sedangkan BMT Ubasyada tidak efisien dengan model CRS dan skala tetapi efisien dengan memperoleh skor 100% selama tiga periode berdasarkan model VRS.